3PIK5_Writing4Media_WisataKuliner

Mencicipi nasi goreng penuh khas

oleh widyawati



Jakarta (UBM News) - Makanan yang nasi yang digoreng lalu diberikan bumbu rempah-rempah memang terlihat biasa saja bagi masyarakat, selain sering kali menjumpai di warung-warung atau gerobak keliling, masyarajat juga bisa membuat nasi goreng di rumah untuk santapan makan malam. Tetapi jika nasi goreng yang diolah tidak sesuai dengan bumbu yang pas pasti nasi goreng yang dimakan tidak enak dirasa lidah.
Dari sekian banyaknya nasi goreng yang dijual dijalanan ataupun dimasak sendiri, nasi goreng yang khas menjadi menu favorit bagi masyarakat indonesia. Menu nasi goreng yang khas yang kaya akan cita rasa rempahnya menjadi rasa istimewa tersendiri bagi masyarakat indonesia, karena rasa rempah yang terdapat pada makanan selain nasi goreng sudah biasa dikonsumsi masyarakat indonesia, jadi jika masyarakat indonesia menjumpai makanan yang hanya sedikit cita rasa rempahnya pasti jarang sekali dicicipi masyarakat indonesia.



Nasi goreng hongkong yang tersedia di warung nasi krekot jalan lodan di bawah flyover bertenda orange yang buka pada pukul 05.30 ini menjadi buruan kuliner masyarakat sekitar untuk santapan makan malam, cita rasa rempahnya dan bumbu yang sangat berasa di nasi goreng hongkong ini cocok untuk lidah masyarakat sekitar, harga yang ditawarkan juga cukup murah hanya RP. 10.000 per porsinya.

Selain kaya akan cita rasa rempahnya dan mura harganya, nasi hongkong dan nama warung nasi kroket ini mempunyai cerita  tersendiri dari sang penjual, dahulu sejak sebelum membuka tenda orang di jalan lodan sang penjual nasi goreng ini pernah berjualan dengan gerobak yang bekeliling dari blok rumah ke blok rumah lainnya, ia berjualan dari sore hingga malam menjelang.


Gerobak yang digunakan untuk berjualan nasi gorengnya jika didorong akan berbunyi “krekot” menemani mas gunawan berkeliling di sunyinya suasana malam, mas gunawan berkeliling di blok rumah sampai ia merasakan lelah mendorong gerobak yang berat dan sudah berbunyi. dan ia berinisiatif membuka warung nasi krekot di jalan lodah di bawah flyover dengan tenda orange.
Mas gunawan sang penjual nasi goreng menamai warungnya dengan nama nasi krekot bertujuan agar ia selau mengingat gerobaknya yang berbunyi “krekot” yang menemani mas gunawan berkeliling ke blok-blok rumah. Selain dibalik kisah warung krekotnya ternyata ada juga cerita dibalik salah satu menunya yang menjadi buruan masyarakat yaitu nasi goreng hongkong.
Dahulu sebelum mas gunawan berjualan gerobak nasi goreng keliling dan membuka warung, mas gunawan bekerja di sebuah restoran yang ada di blok m. Mas gunawan berkerja sebagai pencuci piring di restoran tersebut lantaran mas gunawan hanya lulusan sekolah SMP, mas gunawan meminta sang koki restoran mengajarinya cara memasak nasi goreng hongkong. Mas gunawan selalu giat belajar memasak nasi goreng hongkong terus menerus sampai akhirnya mas gunawan bisa memasak dan menyamai rasa yang dimasak oleh sang koki hotel tersebut.
Dan sekarang mas gunawan membuka warung nasi kroket di jalan lodan yang digilai banyak masyarakat, di mulai dari kalangan mahasiswa dan karyawan kantor. Pendapatan yang dihasilkan oleh mas gunawan  di warung nasi kroket berkisar sampai Rp. 600.000 permalam. Warung nasi kroket baru berdiri sekitar lima bulan tetapi peminatnya sudah banyak sekali, karena rasa dari nasi goreng tersebut bumbunya sangat berasa dan juga kaya akan cita rasa rempahnya.
Berminatkah mencoba nasi goreng hongkong di warung nasi kroket yang di temani dengan lalu lalang kendaraan besar di bawah flyover bertenda orange dan khas akan cita rasanya dan khas akan ceritanya.

Komentar